Senin, 08 Juni 2015

Harganas Ciptakan Ketahanan Keluarga dan Berkarakter




Cibinong.Swara  Wanita.
Puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-22 tingkat Jawa Barat, sukses dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar serta 27 Kota dan Kabupaten se-Jabar, di Lapangan Tegar beriman Kabupaten Bogor, Senin (08/06). Dalam sambutannya Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, menghimbau agar kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial tahunan saja, akan tetapi menjadi sarana untuk menguatkan sinergi dan komitmen guna menbangun ketahanan keluarga dan berkarakter.Lebih lanjut Deddy  menambahkan, untuk membangun dan menciptakan ketahanan keluarga yang berkarakter bukan hal yang mudah. Kemajuan teknologi dan informasi yang semakin canggih, hal ini tentu menjadi tantangan yang besar yang harus dihadapi dengan serius. Oleh karena itu sinergitas dan komitemen harus ditingkatkan, peran orang tua dalam keluarga sebagai garda terdepan terbangunnya keluarga berkualitas,sejahtera, berkarakter dan memiliki ketahanan yang kuat harus terus ditingkatkan.“oleh karana itu, kami berharap kepada seluruh jajaran terkait, dalam hal ini pemerintah Kota dan Kabupaten se-Jabar,PLKB, KB, Pos Kb, masyarakat dan lainnya, untuk menguatkan kembali informasi, kegiatan program kependudukan, terutama dua anak sudah cukup. Karena keluarga berkualitas dan berkarakter sebetulnya bukan dilihat dari banyaknya anak, dengan dua anak saja keluarga bisa berkualitas. Sehingga generasi yang dihasilkan bermutu tinggi, yang mampu bersaing dengan SDM baik dalam maupun luar negeri, serta mencegah ledakan penduduk,” tutur Deddy.Sementara itu Kepala BKKBN Pusat Surya Chandra Surapaty mengatakan Generasi yang berkualitas dan berkarakter bisa lahir dari adanya suatu gerakan revolusi mental yang dilaksanakan melalui internisasi nilai-nilai esensial pada mulai individu , keluarga, masyarakat, institusi sosial, sampai dengan lembaga-lembaga negara.Nilai-nilai essential tersebut melalui etos kemajuan, etika kerja, motivasi berprestasi, disiplin, ketaan akan hukum dan aturan, pandangan optimis, etika kerja, motivasi, kerja sama dan gotong royong serta berorentasi pada kebajikan public dan kemaslahatan umum, keluarga merupakan pilar utama dalam pembangunan dan kesejahteraan bangsa.Harganas merupakan momentum upaya pembangunan karakter bangsa mewujudkan Indonesia sejahtera tutur Surya.(die)

Minggu, 07 Juni 2015

Sewindu KBB, Adakan Pagelaran Seni Budaya Dan Pariwisata













Peringati Sewindu KBB, Adakan Pagelaran Seni Budaya Dan Pariwisata






KBB.Swara Wanita.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat menyelenggarakan Kegiatan Pagelaran  Seni Budaya dan Pariwisata dalam angka memperingati Sewindu Hari Jadi Kab. Bandung Barat yang diadakan di di Lapang Bela Putra Kota Baru Parahyangan Padalarang Kabupaten Bandung Barat.Minggu (7/6/2015). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Kab.Bandung Barat Drs.H.Wawan Herawan, M.Si mengatakan  tujuan diadakan acara Pagelaran Seni Dan Budaya Pariwisata dalam rangka Sewindu KBB  yaitu untuk membangun, mengembangkan dan mempromosikan produk yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat  ke masyarakat luas, khususnya di bidang Seni, Budaya dan Pariwisata merupakan warisan budaya leluhur kita yang wajib dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda Kab.Bandung Barat ujar Wawan. Lebih lanjut Wawan mengatakan Perlu diketahui juga, saat ini dunia Pariwisata menunjukan peran yang sangat penting, tidak hanya bagi pelestarian nilai-nilai budaya tetapi juga bagi peningkatan kesejateraan rakyat.Dunia pariwisata telah memberikan peluang kerja bagi berjuta-juta orang di seluruh dunia, menjadi salah satu sektor unggulan negara bagi negara berkembang.Pagelaran Seni Budaya dan Pariwisata di Kabupaten Bandung Barat bisa menjadi jendela budaya dan  Jembatan Komunikasi antar seniman dan budayawan dengan masyarakat luas ujarnya. Adapun yang mengikuti Pagelaran Seni Budaya dan Pariwisata yaitu dari para seniman dan budayawan se-Kabupaten Bandung Barat yang mewakili dari 16 Kecamatan yang ada di Bandung Barat yaitu : Kecamatan Padalarang, Ngamprah, Cipatat, Cipeundeuy, Cikalong Wetan, Cisarua, Parongpong, Lembang, Batujajar, Cihampelas, Cililin, Saguling, Sindangkerta, Cipongkor, Gunung Halu, dan Rongga. Sementara itu Bupati Bandung Barat, H. Abubakar mengatakan upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan prima menuju hari esok yang lebih baik. "Kami sebagai pemerintah bertekad untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, sehingga keberadaan pemerintah bisa lebih dirasakan yang tujuan akhirnya untuk lebih meningkatkan kesejhteraan masyarakat," kata Abubakar Dalam perjalanan 8 tahun terakhir ini, Abubakar menegaskan bukanlah pekerjaan yang mudah, krena banyak sekali tugas yg harus diselesaikan. Tetapi melalui proses serta perjuangan yang cukup berat akhirnya sektor pelayanan publik mulai menglami perbaikan dan peningkatan sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.(die)

Rabu, 20 Mei 2015

Video Conference, Netty Heryawan Bahas PABM Bersama OPD





Bandung.SwaraWanita
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan.Melakukan Video Conference dengan seluruh OPD terkait di Jawa Barat dengan tema Pola Pengasuhaan Anak Berbasis Masyarakat (PABM) di Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Barat Bandung, Rabu (20/5).Dalam Video Conference Netty memaparkan bahwa Indonesia memiliki permasalahan sosial yang serius terhadap anak. Anak merupakan kelompok rentan yang seharusnya dilindungi dan dsayangi tetapi sudah layu sebelum berkembang."Salah satu faktornya karena pembiaran orangtua mempercayakan pengasuhan anak dengan dawai tanpa adanya pendampingan dan edukasi," tegasnya.Pengasuhan anak menjadi tanggung jawab kita bersama karena faktanya orangtua biologis tidak dapat melakukan pola pengasuhan dengan baik. Maka program Pola Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat dapat menjadi alternatif dalam mengisi kekosongan dari orangtua bilogis oleh tenaga pendamping PABM.OPD yang terlibat dalam Video Conference antara lain Diskominfo, Disperindag, Dishut, Disnakertrans, Dinsos, BPMPT, BP3AKB, Dinkes, BKPP Wilayah IV Priangan, dan Pemkab Ciamis. Netty berharap Video Conference ini dapat menyamakan persepsi, dapat melakukan sinkronisasi dan harmonisasi dengan OPD terkait, dapat menggelorakan kembali Gerakan 20 menit Mendampingi Anak dan mengidentifikasi sumber daya manusia dalam melakukan upaya preventif dan promotif.(Die)

Kamis, 07 Mei 2015

DPRD Jabar Dorong Pembangunan Infrastruktur Pertanian




Subang.Swara Wanita.
Untuk mendorong swasembada beras DPRD Provinsi Jawa Barat akan mendorong supaya diperbanyak membangun sarana dan prasarana yang mendukung. Salah satunya pembangunan bendungan Sadawarna di Subang.Menurut Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi, pihaknya akan mendorong mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Sadawarna supaya target program swasembada pangan bisa cepat terrealisasi. “Kita juga mendorong pembangunan Bendungan Sadawarna yang sudah berjalan bertahun-tahun,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Subang dalam acara Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tingkat Provinsi Jawa Baat, Rabu (6/5/2015). Dengan adanya penyelesaian bendungan Sadawarna akan menanggulangi pengairan ribuan hektar sawah di wilayah Subang.Terlebih pembangunan Jatigede kini telah memasuki finishing. “Kami harapkan pemerintah pusat juga membangun bendungan-bendungan dan situ-situ lainnya,” ujarnya lagi.Di Jawa Barat sendiri ada beberapa titik ang aan dibangun bendungan seperti di wilayahn Kuningan perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Walaupun 30% ke Jawa Barat dan sisanya ke sana (Jawa Tengah), ini bisa membantu petani,” ujarnya lagi.Hal ini diamini oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan bahwa Pemerintah Provinsi di tahun 2015 telah menganggarkan untuk pembangunan irigasi sekitar 100 milayar. Tahun depan akan ditambah menjadi  230 milyar rupiah. “Itu provinsi, ya. Untuk kabupaten tanya bupati,” ujar Gubernur.(die)

DR.HJ. Netty Heryawan : ASI Sebagai Unsur Ketahanan Pangan




Bandung.Swara Wanita.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa BaratDR.HJ . Netty Heryawan mengatakan  ASI (Air Susu Ibu) bersangkut paut dengan banyak faktor, pihak dan kepentingan. Dengan maraknya susu formula yang menawarkan berbagai manfaat mulai dari kecerdasasan anak sampai kognitifnya tetapi tetap saja tidak akan mengalahkan pentingnya  ASI bagi anak kita.“Saya perlu menggaris bawahi pentingnya peran Ibu dalam faktor ketahanan pangan keluarga maka pemerintah lewat UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 sudah menegaskan di pasal 128, dikatakan bayi berhak mendapatkan Air Susu Ibu. Keluarga, pemerintah dan masyarakat wajib memberikan dukungan dan berpartisipasi selama proses pemberian ASI,” dikatakan Netty saat memberi arahan dan membuka acara Orientasi Asi sebagai Unsur Ketahanan Pangan Keluarga di Gedung PKK Bandung, Kamis (7/5).Lanjutnya, dipasal berikutnya disampaikan bagi pihak-pihak yang menghalangi pemberian ASI maka akan dikenai sanksi denda Rp. 100.000.000 dan kurungan. Lalu diperkuat dengan UU Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak yang menetapkan 10 langkah sukses pemberian ASI, salah satunya langkah ke sembilan digaris bawahi bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban memfasilitasi setiap Ibu yang memberikan ASI bagi anaknya.“Untuk itu saya mendorong Bapak Gubernur  yang ditindak lanjuti sejak April 2010 di Gedung Sate sebagai icon pusat pemerintahan di Jawa Barat memiliki ruang Laktasi dan tempat penitipan anak sehingga mewajibkan setiap instansi di Jawa Barat  menyediakan sebagai upaya untuk ibu-ibu tidak mengalami dilema karena tidak dapat memberikan ASI,” tuturnya.Netty mengatakan, pentingnya ASI dari aspek agama yang tidak dapat terbantahkan bahwa ASI merupakan cairan emas yang paling berharga bagi tumbuh kembang anak, serta dari aspek ekonomi yang tidak begitu menyulitkan masyarakat,  dari aspek psikologis dapat membangun kedekatan antara Ibu dan anak.“Diharapkan peserta yang hadir dari organisasi perempuan dan kader PKK dapat membangun kesadaran di tengah masyarakat dengan membina dan mengedukasi masyrakat,” harapnya.  (Die)